Tuesday, November 26, 2013

Sukses

oleh MM Ngaidin

Orang bilang, sukses itu hidup mapan. Orang bilang, sukses itu hidup serba berkecukupan. Menurutku, sukses itu berhasil. Berhasil meraih apa yang dicita-citakan dan diharapkan. Saat kecil, aku bercita-cita ingin terus melanjutkan sekolah, pendidikan, jenjang yang lebih tinggi, hingga Kuliah Kitab Kuning (K3). Mengapa K3? karena saat itu, ketika membaca stratifikasi program pendidikan di kalender almamater zaman semono, yang kutahu hanya itu jenjang yang tertinggi yang ada. Dan, baru akhir-akhir ini, ternyata K3 itu nama lama dari STAIDRA. Wal hasil, ternyata, aku bisa melanjutkan kuliah, meskipun bukan di sana, bahkan malah mendapat beasiswa di sebuah kampus Arab cabang  Jakarta. Saat jelang kelulusan, entah mengapa? STAIDRA/ K3 yang dahulu jadi cita-cita menjadi tak dilirik untuk dijadikan pilihan. Mungkin, hanya faktor biaya, beasiswa atau tidak kuliah sama sekali. Itulah pilihannya. Bahkan, sebelum ke Jakarta, pamanku sudah siap mengantarkanku dan membiayaiku nyantri ke Pesantren Sarang-Rembang, katanya pesantren calon kiai. Saat itu, aku menjanjikan, bila aku tidak lulus tes penyaringan di Jakarta, aku akan pulang dan siap ke Pesantren. Dan, ternyata lulus seluruh tahapan ujian. Tidak hanya S1, sekarang pun dapat beasiswa S2. Bukan hanya menggapai cita, tapi bahkan melampauinya.
Saat duduk di bangku Madrasah Aliyah (MA), cita-citaku berubah, menjadi guru, cita yang mulia. Karena, tiada yang lebih indah bagi santri selain ilmu barokah dan bermanfaat. Seringkali kata hikmah bahkan dalil-dalil bergema, katanya: 
خير الناس أنفعهم للناس
Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesama
خيركم من تعلم القرآن وعلمه
"Sebaik-baik kalian adalah santri dan guru ngaji”
 من علّم علما علّمه الله ما لم يعلم
Siapa yang mau berbagi ilmu yang diketahui, Allah akan mengajari ilmu yang tidak diketahui.”
Menjadi guru, adalah cita-cita yang amat mulia. Berbagi kepada sesama. Dan, alhamdulillah, aku pun pernah menjalaninya. Kurang lebih 6 tahun lamanya. Bila sukses diartikan berhasil meraih cita, alhamdulillah, aku telah meraihnya, bahkan melampauinya.
Rasulullah SAW pernah bilang,
فإنهم يعيشون في زمان غير زمانكم
 “...Sesungguhnya, anak-anak kalian tidak hidup pada zaman kalian.” 
Artinya, lain dulu lain sekarang. Saat masih TK, bisa jadi cita-cita yang paling digemari saat itu adalah menjadi dokter, pilot, bahkan bisa jadi menjadi Doraemon. Mau apa saja, kantong ajaib. Mau ke mana saja, ambil pintu lorong ajaib dan baling-baling bambu. Saat Aliyah, bisa jadi akan berubah. Perubahan bisa jadi karena faktor tingkat pendidikan, bisa jadi karena zaman yang terus berubah, dengan tuntutan yang semakin kompleks. Perubahan itu, bisa jadi disebabkan oleh kondisi yang tidak kondusif, sehingga cita-cita sedikit dibelokkan. Karena, keadaan terkadang tidak seperti yang diharapkannya. Realitas jauh dari idealitasnya. Katanya: 
ما كل ما يتمنى المرء يدركم # تجري الرياح بما لا تشتهي السفن
Tidak semua yang diharap manusia kan tergapai  dengan gegap gempita, karena  angin pun seringkali berhembus tidak searah dengan  keinginan kapal.” 
Manusia tidak pernah ada puasnya. Sesuatu yang (dahulu) disebut sukses, sekarang tiada apa-apanya. Sehingga, parameter sukses pun menjadi bias, sesuai tingkat kepuasan manusia terhadap takdirnya, dan sesuai dengan persepsi relativitasnya.
Pesantren Babakan, 25/11/2013  

No comments:

Post a Comment

Jangan lupa komentar

Ulasan Hasil Tantangan Menulis Bareng SLI di Hari Guru Nasional

Hasil Tantangan #NulisBarengSLI #HariGuruNasional2020 #SahabatLiterasiIAICirebon Beberapa hari yang lalu (23/11/2020) aku atas nama pribad...