Tuesday, May 26, 2015

Menunda

Pesan buat Ananda (3)

Anakku, sekalipun jangan pernah menunda tugas atau pekerjaanmu, bila telah tiba waktunya. Semenit kau tunda jadwal yang telah ditentukan, ia akan tertunda lebih lama lagi, dan akhirnya tugasmu akan menumpuk banyak.

Karena itu, sebuah pepatah bijak mengatakan, "jangan pernah menunda besok hari apa yang bisa dikerjakan hari ini."

Anakku, barangkali terbisik di hati dan pikirmu, "Ah, sebentar lagi. Sedikit lagi. Nanti saja, masih banyak kesempatan. Waktunya masih panjang." Maka, jangan pernah engkau hiraukan bisikan itu. Itulah bisikan setan, bisikan negatif dirimu. Jangan pernah percaya. Tapi, segeralah. Itu hanya nyanyian yang penuh tipu daya.

Memang, terkadang suatu ketika kita seakan punya banyak waktu, banyak kesempatan. Namun, sejatinya, tugas dan jadwal kita jauh lebih banyak dari waktu yang tersedia.

Pantaslah bila ahli hikmah dari Arab berkata, "Alwaqtu kassaifi illam taqtha'hu qatha'aka." Waktu layaknya sebilah pedang. Bila tak engkau patahkan, ia yang akan mematahkanmu.

Pepatah Inggris bilang, "waktu adalah uang." Artinya, kesempatan itu mahal harganya. Setiap waktu ada jadwal yang berbeda. Hari ini berbeda dengan esok hari. Bila kesempatan yang berharga tidak kita manfaatkan, ia kan sia-sia percuma. Setelah itu, sesal akhirnya. Dan meratap itu tiada guna, hanya menambah luka. Sebab, kesempatan yang sama tak terulang dua kali.

Anakku, engkau adalah orang yang disiplin, bila melakukan tepat waktu, sesuai yang terjadwal.

Saat engkau mendapatkan ide untuk menulis, segeralah menulis. Ambil pena dan kertas, lantas goreskan idemu dalam kata-kata. Atau nyalakan hape, komputer, laptop, arau ipadmu, lantas ketik huruf demi huruf, menaburkan ide dalam deretan kata. Segeralah menuliskannya, hingga satu tulisan rampung. Jangan kau jadikan PR, yang dikerjakan "nanti". Karena itu adalah tugas hari itu dan jam itu. Nanti ada tugas lain lagi, yang berbeda.

Ingatlah anakku, usia kita terbatas, gunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Sekali menunda, tugasmu akan semakin banyak, dan itu akan membuatmu pusing. Lakukanlah sesuatu sedikit demi sedikit, yang terpenting rutin. Itu akan meringankan tugasmu. Bila setiap hari engkau baca buku, mempelajari bahan pelajaran sekolahmu, dan kerjakan tugas-tugas harian, jauh hari sebelum ujian, di malam ujian, engkau bisa lebih santai tinggal membaca ulang.

Anakku, orang yang suka menunda adalah orang yang terlambat. Orang yang lamban akan ditinggal oleh zaman. Saat zaman telah maju, ia yang suka menunda masih di zaman batu.

Anakku, cukuplah ayah yang rasakan penyesalan akibat menunda-nunda tugas. Tugas menumpuk, rasa lelah, letih, payah, tekanan jiwa, tidak tenang, gundah gulana. Itu akibat menunda, nanti-nanti saja.

Cirebon, 24 Mei 2015



No comments:

Post a Comment

Jangan lupa komentar

Ulasan Hasil Tantangan Menulis Bareng SLI di Hari Guru Nasional

Hasil Tantangan #NulisBarengSLI #HariGuruNasional2020 #SahabatLiterasiIAICirebon Beberapa hari yang lalu (23/11/2020) aku atas nama pribad...